15.9.09

Tentang Rezeki Allah

Akhir-akhir ini ramai orang yang mengeluhkan masalah pendapatan atau rezeki; entah kerana merasa kurang banyak atau kurang berkat. Begitu juga dengan masalah kehidupan, mengatur perbelanjaan dan keperluan serta pelbagai tuntutan hidup. Sehingga masalah pendapatan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sesetengah orang. Maka tidak hairanlah di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala macam cara untuk mencapai keinginan. Akibatnya muncullah pencuri, pencopet, perampok, penyeluk saku dan rasuah, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggalkan ibadah kepada Allah demi mendapatkan duit atau alasan keperluan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rezeki dengan penjelasan yang amat mudah difahami. Dia menjanjikan keluasan rezeki kepada siapa sahaja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu. Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan berjaya serta memperoleh rezeki dengan tanpa disangka-sangka.

Diantara sebab-sebab yang melapangkan rezeki adalah :

*Takwa Kepada Allah*
Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rezeki dan menjadikannya terus bertambah. Allah SWT berfirman, "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah nescaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (At-Thalaq, 2-3). Setiap orang yang bertakwa, mematuhi segala yang diredhai Allah dalam segala situasi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat dan salah satu dari sekian banyak pahala yang diperolehi adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan kehidupan, dan Allah akan memberikan kepadanya rezeki secara tidak terduga.

*Istighfar dan Taubat*
Termasuk sebab yang mendatang kan rezeki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam, "Maka aku katakan kepada mereka: "Mohonlah ampun kepada Rabbmu,sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Nescaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (Nuh, 10-12). Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, kerana orang yang beristighfar dengan lisannnya sahaja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih sentiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faedah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

*Tawakkal Kepada Allah*
Allah SWT berfirman, artinya, "Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah nescaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (At-Thalaq, 3). Nabi SAW telah bersabda, "Seandainya kalian mahu bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rezeki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang." (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani). Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya sahaja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rezeki, pemberian, mudharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sihat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

*Serius di dalam Beribadah*
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi SAW bersabda, "Allah SWT berfirman, ertinya, "Wahai Anak Adam, Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu." Tekun beribadah bukan bererti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan jiwa dalam beribadah, tunduk dan khusyu' hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahawa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Zat Yang Menguasai Langit dan Bumi.

*Silaturrahim*
Ada banyak hadis yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rezeki, di antaranya adalah sebagai berikut: 1)Sabda Nabi SAW, ertinya, Dari Abu Hurairah RA berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang senang untuk dilapangkan rezeki nya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim." (HR Al Bukhari) 2)Sabda Nabi SAW, ertinya, Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda, "Ketahuilah/kenalilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memanjangkan umur."

Dan masih banyak lagi pintu-pintu rezeki yang lain, seperti infaq fi sabilillah, menunaikan haji dan umrah, berbuat baik kepada orang lemah, hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan hanya kepada Allah SWT.

"Besarkanlah Allah dalam diri anda dan bunuhlah setan anda di dalam diri anda. Itu jawapan kepada banyak masalah kejiwaan."

No comments:

Post a Comment